Sabtu, 02 November 2013

MAKALAH IMAM ABU HANIFAH (MADZHAB HANAFI)



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Imam Mazhab yang empat adalah Imam-imam para fakih yang termasyhur, mereka adalah pendiri mazhab-mazhab fiqih yang tersebar luas di belahan dunia serta terkenal ditengah-tengah bangsa manusia. Mereka memperoleh kedudukan yang hebat itu adalah sebab jerih payah yang luar biasa yang telah mereka lakukan, dan karena warisan fiqih yang mereka wariskan yang akan selalu menjadi kebanggaan Umat Islam. Semenjak terbitnya cahaya Islam hingga Keempat Imam ini menerima warisan-warisan Tasyri’ (penetapan  hukum), Istinbbath (penyimpulan hukum), dan fiqih dari para pendahulunya, lalu mereka memelihara dan mengembangkannya serta menybarluaskan manfaatnya ketengah-tengah manusia khususnya Umat Islam. Para Imam Mazhab seperti , Imam Abu Hanifah An-Nu’mam, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammmad bin Idris As-Syafi’I, dan Imam Ahmad bin Hambal.
Untuk memperdalam mengenai imam mazdhab tersebut yang salah satunya yaitu imam Abu Hanifah An-Nu’mam. Oleh karena itu, maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai beberapa hal mengenai imam tersebut.

B.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang penulis ambil untuk makalah ini antara lain:
1.      Bagaimana profil dari imam Abu Hanifah?
2.      Apa dasar-dasar yang di jadikan acuan imam Abu Hanifah dalam menentukan hukum?
3.      Bagaimana penyebaran madzhab hanafi ?



BAB II
IMAM ABU HANIFAH
(MADZHAB HANAFI)
A.Profil Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi)
       Pendiri mazhab Hanafi ialah : Nu’man bin Tsabit bin Zautha. Seorang keturunan bangsa Ajam dari Persia. Dilahirkan pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi’i R.A. Beliau lebih dikenal dengan sebutan : Abu Hanifah An Nu’man.Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Kata "Hanif" dalam bahasa Arab berarti "cenderung" pada agama yang benar. Menurut riwayat lain dijelaskan bahwa gelar "Abu Hanifah" itu beliau peroleh karena sedemikian eratnya dengan tinta. Kata "Hanifah" itu menurut lughat Irak artinya "dawat" atau "tinta".

Abu Hanifah memiliki ilmu yang luas dalam semua kajian Islam hingga ia merupakan seorang mujtahid besar (imamul a"zdam ) sepanjang masa. Meskipun demikian ia hidup sebagaimana layaknya dengan melakukan usaha berdagang dalam rangka menghidupi keluarga. Dengan prinsip berdiri di atas kemampuan sendiri, ia prihatin juga terhadap kepentingan kaum muslimin , terutama bagi mereka yang berhajat akhlak yang mulia yang dimilikinya mampu mengendalikan hawa nafsu, tidak goyah oleh imbauan jabatan dan kebesaran duniawi dan selalu sabar dalam mengahadapi berbagai cobaan. Meskipun ia berdagang ia hidup sebagai kehidupan sufi dengan zuhud, wara, dan taat ibadah. Kalau kita hayati kehidupannya maka akan tampak kepada kita bahwa Abu Hanifah hidup dengan ilmu dan bimbingan umat dengan penuh kreatif, hidup dengan kemampuan sendiri tidak memberatkan orang lain. Disamping menjalankan usaha dagangnya. ia juga hidup dengan ibadah yang intensif siang dan malam.

B.   Dasar-Dasar Istinbath Mazhab Imam Abu Hanifah
Mazhab abu Hanifah adalah gambaran yang hidup dan jelas bagi relevansi  Hukum Islam dengan tuntutan masyarakat, beliau mendasarkan hukumnya pada :
a.      Al-Qur’an: Alqur’an merupakan sumber pokok hukum islam sampai akhir zaman.
b.       Hadits:  Hadits merupakan penjelas dari pada Al-Qur’an yang asih bersifat umum.
c.       Aqwalus shahabah (Ucapan Para Sahabat): ucapan para sahbat menurut Imam hanafi itu sangat penting karena menurut beliau para sahabat meupakan pembawa ajaran rasul setelah generasinya.
d.      Qiyas: beliau akan menggunakan Qiyas apa bila tidak ditemukan dalam Nash Al-Qur’an, Hadits, maupun Aqwalus shahabah. Istihsan: merupakan kelanjutan dari Qiyas. Epnggunaan Ar-Ra’yu lebih menonjol lagi,istihsan menurut bahasa adalah “menganggap lebih baik”, menurut  ulama Ushul Fiqh Istihsan adalah meninggalkan ketentuan Qiyas yang jelas Illatnya untuk mengamalkan Qiyas yang bersifat samar.
e.      Urf, beliaua mengambil yang sudah diyakini dan dipercayai dan lari dalam kebutuhan srta memeperhatikan muamalh manusia dan apa yang mendatangkan maslahat bagi mereka. Beliau menggunakan segala urusan (bila tidak ditemukan dalam Al-Qur’an ,As-Sunnah dan Ijma’ atau Qiyas ), beliau akan menggunakan Istihsan, jika tidak bisa digunakan dengan istihsan maka beliau kembalikan kepada Urf manusia.

Selain itu, dasar dasar ilmu hukum tersebut ada pula berapa pendirian terhadap taqlik yaitu Sebagai seorang ulama, beliau tidak membenarkan seorang bertaklid buta (tidak mengetahui dasar/dalil yang digunakan). Begitu juga kepada para Ulama beliau menginginkan seorang bersikap kritis dalam menerima fatwa dalam ajaran agama. Bahakan beliau pernah berkata “Tidak Halal bagi seorang yang ating fatwa dengan perkataanku, selam ia belum mengerti dari mana perkataanku”.
Dalam mengistinbathkan hukum, beliau melihat terlebih dahulu kepada kitabullah, bila tifdak ditemukan dilanjutkan kepada sunnah jika tidak ditemukan pula dalam sunnah beliau melihat kepada perkataan para sahabat, lalu beliau menggunakan jalan pikiran untuk mengambil pendapat mana yang sesuai dengan jala pikiran dan ditiggal mana yang tidak sesuai.
C.   Penyebaran Madzhab Hanafi
Salah satu mazdhab yang masih berkembang ialah mazdhab Hanafi, mazdhab hanafi ini banyak dianut oleh penduduk yang berada di daerah di luar arab. Negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut mazdhab hanafi ini antara lain ialah:
1.      Bangladesh,
2.      India,
3.      Israel,
4.      Jordania,
5.      Libanon,
6.      Mesir,
7.      Pakistan,
8.      Palestina,
9.      Syiria, dan
10.  Negara Pecahan Uni Soviet.














                                                                        
BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
            Dari makalah ini ada beberapa hal yang saya simpulkan antara lainialah:
1.       Pendiri mazhab Hanafi ialah : Nu’man bin Tsabit bin Zautha. Seorang keturunan bangsa Ajam dari Persia dan ia adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah.
2.       Hukum Islam dengan tuntutan masyarakat, beliau mendasarkan hukumnya pada Al-Qur’an, Hadits, Aqwalus shahabah, Qiyas, Urf.
3.       Negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut mazdhab hanafi ini antara lain ialah Bangladesh, India, Israel, Jordania, Libanon, Mesir, Pakistan, Palestina, Syiria, dan Negara Pecahan Uni Soviet.

B.  Saran
                        Selaku umat islam tentunya alangkah lebih baiknya jika kita mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan agama islam tersebut, salah satunya ialah mempelajari mazdhab hanafi.

1 komentar:

  1. KAK CARANYA UNGGAH FILE DI BLOGSPOT TERUS DIKASIH SOUNDTRACK ITU BAGAIMANA?

    BalasHapus